Anda Sebagai Pengguna Jasa Pinjaman Online???

Saat ini banyak sekali orang-orang yang terjun ke dalam aktivitas online. mulai dari bersosialisasi, berbisnis, atau sebagai pembeli. Hal ini juga di manfaatkan oleh para produsen dalam mengembangkan bisnis yang jauh lebih besar. salah satunya adalah pinjaman online seperti yangbanyak di tawarkan di media sosial. Bukan menjadi hal yang perlu di Rahasiakan lagi bahwa meminjam lewat online adalah proses yang paling mudah daripda mengajukan pinjaman secara langsung ke bank.

Tapi Anda sebagai pengguna jasa pinjam online perlu untuk berhati-hati karena saat ini banyak pengusaha nakal yang memanfaatkan kepercayaan anda saat menjadi konsumen. Banyak hal terjadi di sekitar kita pinjaman online yang ilegal membuat para konsumen trauma akan tawaran yang di jual di internet. banyak teror yang datang saat beberapa konsumen sudah melunasi. Bahkan hal ini terjadi kepada teman-teman terdekat yang ada di ponsel konsumen.

Supaya kamu jauh dari hal-hal yang di tidak inginkan, maka kamu harus lebih berhati-hati dalam memilih pinjaman online yang banyak di internet. Jangan sampai kamu terkena hal buruk terjadi pada kamu. karna terkadang banyak orang yang tergiur dengan banyaknya tawaran yang ada dari pinjaman online. Selain mudah serta juga cepat banyak orang yang senang dalam

Jika kamu memerlukan pinjaman online, jadi pastikan terlebih dulu dengan jelas bagaimana bunganya dan berapa hitung kemampuan kita, apakah memungkinkan untuk bisa membayarnya setiap jatuh tempo, karena setiap keterlambatan yang sudah kita lewatkan begitu saja akan jadi semakin besar dalam jumlah besar yang harus dibayar.

Sebenarnya pemerintah kita mempunyai aturan, bagaimana cara perhitungan biaya yang harus dikembalikan peminjam saat dianggap sudah tidak lagi sanggup untuk membayarnya, tapi tidak semua pemberi pinjaman akan mengikutinya.

Jadi begini cara memilih badan atau lembaga yang bergerak di pinjaman online atau P2P lending. OJK atau Otoritas Jasa Keuangan menerangkan, sampai September 2019 kemarin sudah mengeluarkan data lembaga pemberi pinjaman online yang telah banyak terdaftar, ada sebanyak 127 perusahaan.

Dari 127 perusahaan tersebut, baru 13 perusahaan yang telah memiliki sertifikasi izin dari OJK, sisanya baru terdaftar. Mereka yang memiliki izin yang dianggap sudah dapat memenuhi syarat seperti ISO perlindungan terhadap data nasabah, dan regulasi lainnya.

Kerugian Yang Di dapatkan Dari Para Pinjaman Online Ilegal

1 Bunga Tinggi

Ini fakta yang harus anda tahu bahwasanya sejak awal bahwa tingkat bunga pinjaman online relatif sangat tinggi. Bahkan dapat dibilang tinggi sekali.

hingga saat ini, OJK tidak banyak mengatur soal batasan bunga pinjaman online. Tingginya suku bunga yang diserahkan kepada market player, perusahaan pinjaman online.

Perusahaan pinjaman online memiliki alasan sendiri dalam menerapkan bunga setinggi itu. Salah satunya yaitu, tingginya resiko nasabah online, akibat dari kemudahan persyaratan dan kecepatan persetujuan.

kemudian, buat sangat tingginya suatu bunga adalah hal yang penting diketahui oleh nasabah pinjaman online. meskipun, sudah banyak yang tetap mengambil pinjaman online karena kecepatan dan kemudahan lebih penting dibandingkan besarnya bunga.

#2 Plafond Pinjaman Kecil

Salah satu resiko pinjaman online yang selanjutnya adalah plafond tanpa agunan yang tidak besar. Rata – rata uang tunaik yang dicairkan dibawah Rp 5 juta per pinjaman.

Bahkan untuk beberapa pinjaman online mulai dari yang 1 juta rupiah dan baru bisa untuk meminta kenaikkan plafond setelah mengambil pinjaman beberapa kali.

Sifat pinjaman online yang cepat dan mudah berdampak pada jumlah plafond yang ditawarkan. Tidak bisa mengajukan untuk pinjaman dalam jumlah besar.

Untuk pinjaman dalam jumlah yang cukup besar, nasabah tetap harus ke bank tampaknya.

#3 Data Pribadi di Aplikasi Pinjaman Online

Dalam mengajukan pinjaman online, sebagai bagian dari prosedur pinjaman online, calon peminjam wajib untuk mengunduh aplikasi pinjaman online. Nasabah mengunduh aplikasi di ponsel dan dari situ nasabah bisa mengajukan pinjaman.

Tentu saja, cara yang ini memberikan kemudahan. Kapan saja anda membutuhkan tinggal buka aplikasi untuk pinjaman online pada ponsel dan bisa untuk di gunakan sebagai alat untuk mengajukan kredit.

Namun, resikonya yaitu ekspose pada data data pribadi di ponsel yang diminta aksesnya oleh perusahaan pinjaman online saat nasabah mengajukan pinjaman.

#4 Proses Persetujuan Lama

Harapan yang tinggi ketika nasabah mengajukan pinjaman online adalah bisa langsung cair . Tapi, kenyataanya tidak semua pinjaman online bisa mewujudkan janji cepat cair tersebut.

Kenyataannya adalah, meskipun menggunakan teknologi digital, banyak proses di pinjaman online yang tidak bisa cair secara cepat. Butuh waktu beberapa hari sampai ada keputusan yang memastikan apakah disetujui atau tidaknya.

Hal ini yang perlu disadari oleh para calon nasabah. Tingginya ekspektasi perlu diimbangi dengan kesadaran seperti realita di lapangan.

#5 Tidak Bayar Pinjaman Online, Penagih akan Datang

Layaknya seperti semua pinjaman, jika nasabah tidak mau bayar maka akan ada tindakan penagihan. Penagihan tidak akan dilakukan jika nasabah membayar angsuran pada tepat waktu.

Ada anggapan, karena ini adalah pinjaman melalui online, jika nasabah tidak bayar angsuran maka tidak akan ada proses penagihan dan itu hanya dilakukan reminder via email serta sms.

Tentu saja, hal ini tidak bisa di katakan sepenuhnya benar. Dalam website serta informasi didalam perjanjian,dalam hal ini jelas bahwa nasabah yang tidak bayar akan ditagih oleh perusahaan pinjaman online.

Apa sanksi bagi yang tidak bayar pinjaman online ?

Pertama yaitu, perusahaan pinjaman online akan langsung melakukan tindakan penagihan terhadap nasabah. Tindakan penagihan mulai dari yang sifatnya reminder sampai dengan intensif agar nasabah segera membayar kewajibannya.

Kedua, melaporkan nasabah yang tidak membayar ke biro kredit yang diwajibkan oleh OJK kepada setiap perusahaan Fintech. Pelaporan ini hanya bertujuan untuk memastikan bahwa nasabah yang tidak bayar tidak dapat untuk mengajukan pinjaman kembali.

Sudah cukup banyak perusahaan Di bidang fintech yang ada di tanah air yang umumnya adalah startup yang mempunyai potensi besar. Apalagi sekarang ini system tersebut sudah banyak dikembangkan dalam dunia industry financial dengan basis syariah di banyak Negara. Sejatinya bila dilihat dari sudut pandang kaidah fiqih mu’amalah atau sesuai perspektif dalam Islam, berbagai jenis aktivitas dalam bidang mu’amalah selama belum ada fatwa yang melarang atau mengharamkannya masih akan dapat berinovasi lebih banyak. Sementara di sisi lain yang perlu dicermati bahwa terobosan baru ini wajib tidak terkait dengan halyang berkaitan dengan riba, gharar, dan maisir, atau pada intinya yang tidak merugikan orang lain.